Informasi Agen Judi Online Terpercaya Indonesia

Selamat Datang di Bola57.Org Agen Judi Terpercaya Indonesia Menyediakan Berbagai Jenis Permainan Dalam 1 Akun - Judi Bola Online | Live Casino Online | Texas Poker Online | Togel Online | Ding Dong 3D Online | Sabung Ayam Online dan Slot Game - Bonus Cashback Dan Rollingan Terbesar di Indonesia - Minimal Deposit - Withdraw Hanya Rp 50.000,-

Tuesday, November 14, 2017

Kepongahan Ventura yang Menjerumuskan Gli Azzurri



BolaVIP99 - Untuk pertama kalinya dalam (hampir) 60 tahun, Italia tidak akan tampil di Piala Dunia. Giampiero Ventura menjadi sosok yang disebut paling bertanggung jawab. Agen Judi Bola

Italia harus melewati play-off kualifikasi Piala Dunia 2018 setelah hanya finis kedua di Grup G di bawah Spanyol. Mereka memperebutkan tiket ke putaran final dengan Swedia.

Sebelum pertandingan leg pertama, Ventura dengan kepercayaan diri tinggi mengutarakan optimismenya akan peluang Italia. Pelatih berusia 69 tahun itu bahkan mengaku sudah memikirkan fase grup di putaran final.

"Karena pola pikir, saya tidak pernah menganggap kemungkinan melewatkan Piala Dunia. Kami semua yakin akan lolos," Ventura berujar sebelum laga leg pertama play-off melawan Swedia.



"Saya tidak berpikir kami akan bermain di Piala Dunia atau tidak. Saya sudah berpikir soal fase grup, begitu juga dengan laga persahabatan yang harus kami mainkan, melawan Inggris dan mungkin Argentina jika saya tidak salah."

"Tentu saya berpikir soal Rusia, tapi pertama saya harus fokus ke Swedia, yang merupakan langkah wajib," Ventura berucap.

Tapi Ventura kini harus menjilat ludahnya sendiri.

Italia dipastikan hanya akan jadi penonton di Piala Dunia 2018 setelah hanya bermain imbang 0-0 dengan Swedia di leg kedua play-off di San Siro, Selasa (14/11/2017) dini hari WIB. Gli Azzurri tersingkir dengan agregat 0-1.


Ventura menjadi orang yang paling disorot menyusul kegagalan Italia melaju ke putaran final Piala Dunia 2018. Keputusan-keputusannya terkait taktik banyak mengundang tanda tanya.

Seperti misalnya saat Italia kalah 0-1 dari Swedia di pertandingan leg pertama play-off di Stockholm. Ventura justru memasukkan Lorenzo Insigne --yang notabene merupakan penyerang Italia yang sedang on fire di Serie A musim ini-- sebagai gelandang. Pemain Napoli itu sendiri pada akhirnya terlihat kebingungan di atas lapangan.

Butuh kemenangan di leg kedua, Ventura justru mencadangkan Insigne sepenuhnya. Daniele De Rossi yang juga ada di bangku cadangan sampai-sampai menolak untuk melakukan pemanasan dan menyerukan agar Insigne saja yang dimasukkan.

Baca juga: De Rossi Sesali Keputusan Italia Tak Mainkan Ekstra Striker

Perdebatan soal taktik Ventura tak cuma terkait Insigne. Keputusan lain darinya yang juga mengundang kritik tajam adalah saat Italia dikalahkan Spanyol 0-3 di fase grup kualifikasi Piala Dunia 2018. 

Kala itu Ventura hanya memasang dua gelandang yakni De Rossi dan Marco Verratti dalam formasi 4-2-4 di Santiago Bernabeu. Italia pun kewalahan menghadapi Isco dkk. hingga akhirnya kalah telak dan harus melewati play-off.

Jika menilik statistik, Ventura yang baru direkrut pada musim panas 2016 itu memang tak buruk-buruk amat. Mantan pelatih Torino itu memimpin Italia dalam 16 pertandingan dan membukukan sembilan kemenangan, empat hasil seri, tiga kali kalah. 



Itu berarti persentase kemenangan Ventura mencapai 56,25%. Sementara tiga kekalahan masing-masing didapat dari Prancis di laga uji coba, Spanyol di fase grup kualifikasi Piala Dunia 2018, dan Swedia di leg pertama play-off.

Tapi itu tak mengurangi sorotan kepada Ventura. Permainan Italia di bawah Ventura dinilai cenderung monoton. Beberapa kemenangan yang diraih pun tak didapat dengan meyakinkan. Seperti saat 'hanya' menang tipis atas Israel, Albania, dan Makedonia. Italia juga bahkan sempat ditahan imbang Makedonia dengan skor 1-1.

Meski gagal membawa Italia lolos ke Piala Dunia, Ventura menolak untuk mundur. Dia hanya meminta maaf karena hasilnya tak sesuai dengan harapan publik Italia.

"Yang bisa saya lakukan sekarang adalah minta maaf kepada publik Italia atas hasilnya, tapi itu tidak memengaruhi profesionalisme, kerja keras, atau usaha yang kami kerahkan untuk ini," Ventura mengatakan.

Bagaimanapun, Ventura telah tercatat sebagai pelatih yang memutus laju Italia yang selalu tampil di putaran final Piala Dunia selama 60 tahun terakhir.

Sumber : Detik

Share:

0 comments:

Copyright © Informasi Agen Judi Online Terpercaya Indonesia | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com|Distributed By Blogger Templates20